RUMAH PANGGUNG: Alternatif Solusi Terhindar dari Banjir

Musim hujan di awal tahun ini, sangatlah luar biasa. Banyak yang bilang saat ini kita sedang mengalami musim hujan yang cukup ekstrem, mengingat curah hujan yang tinggi. Logikanya, jika curah hujan tinggi pasti akan banyak menyebabkan banyak genangan air bahkan banjir. Sudah banyak berita banjir kita dengar di berita-berita nasional. Nenek moyang kita dahulu sudah pernah melakukan rekayasa bangunan agar adaptif dengan alam dengan membuat arsitektur rumah panggung.

DEFINISI
Rumah panggung adalah rumah yang dibangun di atas platform tinggi yang ditopang oleh tiang atau pilar. Tiang penyangga ini biasanya terbuat dari kayu, beton, atau logam. Rumah panggung ditemukan di seluruh dunia, tetapi paling umum di daerah yang rentan banjir atau memiliki tanah yang tidak stabil.

Berikut definisinya dari Wikipedia:
Rumah panggung (juga disebut rumah tiang atau rumah danau) adalah rumah yang dibangun di atas tiang (atau pilar) di atas permukaan tanah atau badan air. Rumah panggung dibangun terutama sebagai perlindungan terhadap banjir; mereka juga mencegah masuknya hama. Ruang teduh di bawah rumah bisa digunakan untuk bekerja atau penyimpanan. Rumah panggung biasa ditemukan di Asia Tenggara, Oceania, Amerika Tengah, Karibia, bagian utara Amerika Selatan, Madagaskar, Mauritius, Seychelles, dan Maladewa. (Menurut Wikipedia: Wikipedia Rumah Panggung)

Ada banyak alasan mengapa seseorang memilih untuk membangun rumah panggung. Beberapa manfaat rumah panggung meliputi:

Perlindungan dari banjir: Rumah panggung dapat membantu melindungi rumah dari kerusakan akibat banjir. Fondasi yang ditinggikan memungkinkan air banjir mengalir di bawah rumah tanpa menyebabkan kerusakan.
Perlindungan dari hama: Rumah panggung juga dapat membantu mencegah masuknya hama, seperti tikus, ular, dan serangga. Jarak antara bagian bawah rumah dan tanah terlalu besar untuk dilewati sebagian besar hama.
Ventilasi yang lebih baik: Rumah panggung dapat meningkatkan ventilasi dengan memungkinkan udara bersirkulasi bebas di bawah rumah. Ini dapat membantu menjaga rumah tetap sejuk dan lebih nyaman di iklim panas.
Pemandangan yang indah: Rumah panggung dapat menawarkan pemandangan indah ke daerah sekitarnya, terutama jika dibangun di tepi pantai.

Secara keseluruhan, rumah panggung adalah gaya bangunan praktis dan arsitektural yang telah digunakan selama berabad-abad di banyak bagian dunia. Rumah adat tradisional Indonesia jika ditarik benang merahnya merupakan rumah panggung seperti Rumoh Aceh, Rumah Gadang Minangkabau, Rumah melayu selaso jatuh kembar Riau, Rumah Nuwo sesat Lampung, Rumah joglo Jawa Tengah , Rumah Dalam loka samawa NTB, Rumah betang Kalteng, Rumah banjar Kalsel, Rumah lamin KaltimRumah Tongkonan Sulsel, Rumah Baileo, Ambon, Rumah Laikas Sulawesi Tenggara, Rumah Souraja Sulawesi Tengah, Rumah Wale Minahasa, Rumah Dulohupa Gorontalo, dan masih banyak lagi.

KONSEP RUMAH PANGGUNG
Konsep rumah panggung sebenarnya memiliki skenario antisipasi dan pencegahan. Secara sederhana dapat dijelaskan bahwa konsep rumah panggung adalah bangunan berkaki dimana dasar bangunan diangkat keatas sehingga tidak menyentuh tanah. Jarak lantai bangunan dari tanah variatif, antara satu sampai dua meter. Jika dahulu rumah panggung dikonsep oleh generasi kakek nenek kita agar hunian mereka terhindar dari binatang liar, sekarang rumah panggung bisa dikonsep sebagai alternatif untuk meminimalkan dampak akibat banjir dan gempa.
Selain itu, jika dahulu kolong rumah panggung digunakan untuk memelihara ternak, sekarang mungkin bisa dikonsep untuk garasi mobil atau gudang. Untuk pembagian ruang rumah panggung sendiri, tidak ada bedanya dengan rumah pada umumnya. Yang berbeda hanya dibagian bawah atau kaki-kakinya saja. Artinya sebenarnya konsep rumah panggung bisa diterapkan pada rumah modern seperti saat ini, terutama untuk kawasan yang sering menjadi langganan banjir.

KONSTRUKSI RUMAH PANGGUNG
Menurut Josep Prijotomo (1998) pilihan mengangkat bangunan di atas permukaan tanah bukanlah sekedar mengatasi banjir, menghindari kelembaban atau menghindari binatang buas, melainkan mengandung intensi menjaga ekologis bumi agar tidak rusak oleh pondasi. Selain itu semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan akan membuat tanah sukar menyerap air. Hal itu terlihat, bahwa serangan banjir setiap tahun tidak terhindarkan karena semakin banyak tanah yang tertutup oleh bangunan-bangunan baru membuat air semakin sukar terserap oleh tanah.

Konstruksi rumah panggung harus ringan, maka dari itu, biasanya menggunakan konstruksi kayu dengan pondasi umpak, karena selain lebih ringan dari konstruksi beton, juga sudah teruji kekuatannya mengingat dari dulu nenek moyang kita sudah menggunakan bahan ini sebagai bahan pembuat rumah. Sambungan ditiap pertemuan kayu biasanya juga menggunakan kayu. Hal ini berguna apabila bangunan terkena gempa. Sambungan yang terbuat dari kayu bersifat lentur sehingga memungkinkan bangunan bergerak mengikuti arah gempa. Hal ini akan membuat konstruksi terhindar dari patahan struktur. Tapi sebenarnya rumah panggung bisa dibuat dari bahan apa saja selain kayu, misal bambu dan beton.

KEUNTUNGAN RUMAH PANGGUNG
1. Terhindar dari banjir tentunya, karena ketinggian rumah panggung jauh lebih tinggi dari lingkungan sekitar.
2. Konstruksi rumah panggung diciptakan supaya bangunan memungkinkan bergerak jika terkena gempa, agar bangunan tidak rusak atau rubuh.
3. Kolong rumah panggung menjadi area resapan air yang optimal. Bisa dibuat sumur biopori atau menanam rumput-rumputan agar lingkungan kita tampak lebih hijau.
4. Penyesuaian suhu di dalam rumah cepat berubah karena tidak langsung bersentuhan dengan tanah atau beton sehingga sirkulasi udara lebih bagus.
5. Pada rumah panggung zona privat dan publik terpisah secara tegas.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top