MERENCANAKAN RUMAH SEJUK: Menangkal Panas pada Rumah Tropis

Di daerah tropis yang memiliki suhu relatif tinggi dan kelembaban tinggi, desain rumah yang tepat sangat penting untuk menciptakan kenyamanan. Rumah tropis dapat dirancang atau dikondisikan untuk menangkal panas dengan memaksimalkan ventilasi alami, menggunakan material yang menyerap panas dengan baik, serta mengoptimalkan tata letak ruangan agar tetap sejuk sepanjang hari. Dengan perpaduan elemen seperti atap tinggi, bukaan besar, dan penggunaan tanaman sebagai peneduh alami, rumah tropis menjadi lebih nyaman dan lebih hemat energi.

Untuk meminimalkan panas menyengat rumah didaerah tropis khususnya di dataran rendah, berikut ini merupakan upaya-upaya yang bisa dilakukan saat perencanaan rumah di negara tropis agar menjadi lebih sejuk dan nyaman untuk ditinggali. perlu dicatat bahwa upaya-upaya dibawah ini merupakan strategi membuat rumah menjadi lebih sejuk tanpa Air Conditioner.

Arah Hadap. Hal ini sebenarnya tergantung oleh site atau lahan yang kita miliki. Memang paling ideal jika rumah arah hadapnya utara selatan. Namun jika memang harus menghadap ke Barat atau ke Timur, maka setidaknya bisa diminimalkan bukaan yang mengarah kepada paparan matahari antara jam 10.00 hingga jam 15.00

Pola Atap. Atap berbentuk limas, pelana, atau atap miring memiliki ruang pada posisi dibawah genteng, diatas plafon yang umum disebut ‘loteng” atau dalam bahasa Inggris disebut “attic room”. Pada atap limas, saat siang hari, panas matahari akan terperangkap terlebih dahulu di ruang loteng ini, sebelum kemudian panas menembus kedalam ruang di rumah. Sehingga suhu dari luar akan turun saat menembus genteng ke loteng, dan akan turun lagi saat menembus plafon ke dalam rumah. Oleh karena itu, sebaiknya diperhatikan untuk membuka beberapa bukaan pada loteng (lubang angin pada dinding atap) yang langsung terhubung dengan ruang luar agar panas dapat keluar sebelum masuk kedalam rumah. Lubang angin pada atap merupakan jalur yang memungkinkan udara segar masuk dan udara panas keluar dari loteng. Selain itu atap ini merupakan tipe atap yang mampu mengalirkan air hujan secara efisien di iklim ini. Dengan tipe atap tersebut, air hujan dapat segera jatuh.

Material Atap. Menggunakan material atap yang mampu memantulkan panas. Panas yang dihasilkan dari sinar matahari yang masuk, tidak hanya berasal dari jendela, tetapi juga atap. Oleh karena itu, pemilihan material atap yang dapat memantulkan panas menjadi penting. Genteng keramik adalah contoh yang tepat meskipun masih banyak lagi material yang lain yang bisa digunakan.

Insulasi Panas. Merupakan material khusus yang bisa dipasang atau digelar persis dibawah rangka atap. material ini biasanya adalah lembaran alumunium foil dengan berbagai macam ketebalan, yang fungsinya membantu mengurangi panas masuk kedalam ruang loteng atau peredam panas.

Lubang Angin Jendela. Pada rumah tropis umum memiliki jendela dengan lubang angin diatasnya. Meskipun, ada yang membuat lubang angin di bawah jendela, karena udara dingin mengalir dari bawah, namun ini cukup rawan akan binatang liar yang bisa keluar masuk dari bawah. Fungsi lubang angin ini adalah untuk pertukaran udara, membuang suhu panas keluar, dan mencegah kelembapan. Dampak baiknya tentunya menjaga kesehatan, Membantu menghilangkan bau tidak sedap, Memungkinkan sinar matahari tembus ke dalam ruangan meski jendela ditutup.

Tritisan atau overstek. Saat cuaca panas, tritisan ini berfungsi sebagai penghalang rambatan panas matahari. Sehingga yang masuk hanyalah cahaya tanpa panas, itu sudah cukup untuk memberikan pencahayaan alami di dalam rumah. Tritisan juga ini berfungsi untuk mencegah air hujan langsung masuk kedalam rumah. Dengan demikian, dinding tidak akan kotor dan air hujan tidak masuk ke dalam rumah melalui celah yang ada.

Jarak plafon dengan lantai cukup tinggi. Jarak ideal antara plafon dan lantai berkisar 2,75m-4m. Bahkan terdapat beberapa hunian yang meninggikan plafon hingga 6m, pada ruang tertentu. Hal ini disebabkan, tinggi plafon memberikan ruang yang cukup untuk perputaran dan pertukaran udara. Selain itu, ia juga dapat mengurangi panas ruangan, yang disebabkan oleh aliran endapan panas dari ruang bawah atap ke dalam ruangan.

Desain bukaan. Yang dimaksud bukaan disini adalah jendela, pintu, dan akses lainnya yang memungkinkan sirkulasi orang, udara, panas, cahaya keluar masuk rumah. Jendela dan pintu selain sebagai elemen estetika dan keamanan, juga berfungsi pencahayaan dan penghawaan. Upaya yang bisa dilakukan untuk mengurangi panas adalah mengoptimalkan desain bukaan mampu mengalirkan udara segar kedalam rumah dan membuang udara panas keluar tanpa mengurangi fungsi estetika dan keamanan rumah serta tetap terpenuhi kecukupan cahaya yang dibutuhkan olah ruang didalam rumah.

Window Shade. Window shade merupakan penutup jendela yang bisa berbentuk tirai, vertikal blind, atau apapun itu untuk mengurangi intensitas cahaya dan panas masuk kedalam rumah. Sehingga dapat meminimalisasi kenaikan suhu ruangan.

Laminasi Kaca Jendela: Kaca jendela dapat dilaminasi hingga sekian persen untuk mengurangi cahaya dan panas matahari masuk kedalam rumah. Hal ini seperti kita melapisi kaca mobil dengan lembaran film dengan tingkat kegelapan yang diinginkan. Semakin gelap laminasinya tentunya semakin dingin suhu ruang yang didapat tapi konsekwensinya adalah semakin gelap ruangannya dan tingkat visibility juga rendah. Optimalisasi pada pemilihan tingkat kegelapan tergantung kebutuhan masing-masing.

Material Lantai. Pemilihan material lantai juga bisa berkontribusi mendinginkan ruangan didalam rumah. Saat ini hampir semua meterial lantai yang dijual dipasaran mampu membantu ruangan jadi lebih dingin, seperti granit, marmer, keramik. Namun perlu diingat bahwa material ini pun juga bisa sangat menyengat jika terpapar matahari langsung. Artinya material-material ini akan membantu mendinginkan ruang jika memang terpasang didalam rumah dan tidak terpapar matahari secara langsung.

Taman, Sebaiknya taman diletakkan di bagian depan, belakang, bahkan jika diperlukan di dalam rumah, yang sering kali disebut sebagai taman kering atau taman dalam. Hal ini bertujuan untuk menciptakan sirkulasi silang. Sirkulasi silang ini berasal dari depan dan belakang bangunan, serta dari sisi kiri dan kanan bangunan.

Pohon. Bisa dipisahkan dengan taman karena pohon merupakan bagian dari vegetasi yang memberikan naungan bagi rumah. Sinar matahari yang panas hanya akan mengenai pucuk-pucuk dahan saja. Bagian bawah yang teduh akan menciptakan suhu udara yang lebih sejuk, sehingga ketika angin bertiup, udara panas tidak akan masuk ke dalam rumah.

Kolam. Elemen air bisa ditambahkan pada taman di area dalam rumah maupun diluar rumah jika tidak ada ruang lagi didalam rumah. Elemen Air dan Tumbuhan mampu berkontribusi menurunkan suhu ruangan. Agar tidak menyebabkan udara dalam ruangan menjadi lembap, harus tetap diusahakan sinar matahari yang masuk ke dalam. Salah satu caranya adalah dengan memberikan bukaan yang cukup di bagian atap, misalnya. Dengan demikian, tetap akan terjadi pertukaran udara yang baik, dari dalam ke luar dan sebaliknya.

Demikian beberapa upaya yang bisa dilakukan untuk membuat perencanaan rumah tropis yang sejuk, adem dan nyaman ditinggali. Masih banyak upaya-upaya lain yang bisa dilakukan yang mungkin belum bisa disebutkan satu persatu didalam artikel ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Scroll to Top